24 January 2016

Perkembangan Agama Buddha di Afrika

Perkembangan Agama Buddha di Afrika. Afrika adalah Negara yang sangat memprihatinkan. Perpendidikan penduduk Afrika  sangat kurang, Penduduk Afrika Juga sering terjangkit penyakit, dan penderitaan terlihat dari wajah mereka.

Masuknya agama Buddha di Afrika

Agama Buddha di Afrika adalah makhluk yang asing bagi mereka, di Afrikatidak mengenali agama Buddha. Agama Buddha pertama masuk ke Afrika yaitu dengan adanya seorang Bhiukkhu dari sri lanka yang bernama Ven Illukpitiye Pannasekara. Ven Illukpitiye Pannasekara tinggal di sebuah vihara di Tanzania sejak tahun 1998. Selama beberapa tahun di sana, dia bekerja sama dengan salah satu seminari agama Buddha Afrika To Guang Shan di Afrika Selatan untuk merekrut pelajar asal Afrika untuk mempelajari ajaran Buddha dan bidang studi Cina selama tiga tahun.

Perkembangan Agama Buddha di Afrika
Perkembangan Agama Buddha di Afrika
Bhante Pannasekara bersama Afrika To Guang yang didirikan oleh Shan Hui   Lee dari Taiwan, dia telah berada di Afrika Selatan sejak tahun 1992 dan membangun pusat Fo Guang Shan dari awal. Di mulai dengan mendirikan penginapan dan kemudian ruang kebaktian, Afrika To Guang (adalah kelompok yang paling aktif dalam hal menyebarkan ajaran Buddha di Afrika) mendirikan sebuah sekolah taman kanak-kanak kecil, kelas meditasi, dan perpustakaan di vihara tersebur. Mereka juga mengadakan diskusi tentang Dharma dan kelas bagi yang ingin helajar Dharma. Mereka mempunyai harapan dan rencana yaitu meningkatkan sekolah TK tersebut menjadi sekolah tingkat dasar, mendirikan sebuah lembaga penyuluhan tentang HIV, dan mendirikan panti asuhan bagi anak-anak jalanan.

Mereka bekerja sama dengan Pemerintah dalam proyek untuk memberantas kemiskinan seperti Proyek Mahaweli di Sri Lanka. Sebagai sebuah organisasi agama mereka bekerja sama dengan organisasi agama lain dalam aktivitas antar-agama, program perdamaian, dan kegiatan kemanusiaan, bekerja sama dengan seminari Buddhis di Afrika, yang didirikan oleh grup Fo Guang Shan di Afrika Selatan, untuk merekrut dan membimbing penduduk asli Afrika menjadi bhikshu. Seminar tersebut sampai saat ini telah mendidik lebih dari 300 orang Afrika tentang agama Buddha dan bidang studi Cina tetapi hanya beberapa saja tetap menjadi bhikshu lainya kembali menjadi umat biasa.

Seminar yang diadadakan membuahkan hasil, di Afrika yang awalnya tidak mengenal Buddha Dhamma setelah diadakanya seminar maka penduduk yang mengikuti seminar mendapatkan plajaran dan pengalaman, dan masih ada beberapa orang yang bertahan menjadi bhiukkhu. mereka sangat mendukung agama Buddha dengan cara-cara membantu dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan.

Vihara yang pertama di Afrika diresmikan pada tahun 1919. Sekitar lima orang bhikshu asli Afrika yang datang dari Uganda, Afrika Selatan, Malawi, dan Tanzania. Satu dari mereka adalah penganut tradisi Theravada, dan empat orang lainnya adalah penganut tradisi Mahayana.

Penyebaran dan perkembanggan agama Buddha di Afrika

Terdapat pusat Dharma dan vihara-vihara yang tersebar paling sedikit 11 negara di Benua Afrika, dengan sekitar 40 pusat kegiatan di Republik Afrika Selatan saja, terdapat pusat agama Buddha di Tanzania, Afrika Selatan, Botswana, Kenya, Malawi, Zimbabwe, dan Uganda. Sebagian besar dari pusat-pusat agama Buddha tersebut berafiliasi dengan Zen, Mahayana dari Cina, atau tradisi Tibet.

Kegiatan mereka cenderung dimulai dari para pendukung yang merupakan umat Buddha dari Asia dan Barat yang tergabung dalam kelompok-kelompok seperti Western Buddhist Order, Asosiasi Zen Internasional, Karma Kagyu, dan pusat-pusat Vipassana. Masyarakat Sri Lanka telah mendirikan vihara Buddha Tanzania di Dar Es Salaam tahun 1915, dan dua vihara Buddhis lainnya di Botswana tahun 1991 dan di Kenya 1999. Oleh karena itu, kami memiliki tiga tradisi Afrika. Kami menyebutnya MTV Buddhis yaitu Mahayana, Theravada, dan Vajrayana.Sejauh ini, pusat agama Buddha yang terbesar ada di Afrika Selatan.Banyak cendekiawan di beberapa universitas di bagian negara ini yang telah melakukan riser tentang ajaran Buddha.

Umat Buddha di Afrika

Saat ini masih sangat sedikit penganut agama Buddha di Afrika. Di Tanzania terdapat 33 juta orang Hanya 300 orang pemeluk agama Buddha, di Afrika Selatan ada 60 juta penduduk dan umat Buddha terdiri dari 100 ribu orang, di Botswana dari 1,5 juta orang hanya 800 saja pemeluk agama Buddha.

Agama Buddha sulit berkembang di Afrika disebabkan karena kehidupan disana yang sangat sulit, lingkungan yang kekurangan kebutuhan pokok, sumber daya, dan infrastruktur, stabilitas politik juga merupakan isu utama di banyak wilayah tersebut. Oleh karena itu bisa dimengerti jika tidak terlalu banyak bhikshu yang tertarik untuk bekerja di lingkungan yang sulit ini, sehingga perkembangan agama Buddha-pun sangat perlahan.

Perkembangan Agama Buddha di Afrika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Vanya Dika

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih