23 March 2016

Pengertian dan Faktor-Faktor Kemandirian Belajar Siswa

Pengertian dan Faktor-Faktor Kemandirian Belajar Siswa. Kemandirian belajar merupakan hal yang sangat penting bagi siswa. Secara umum mandiri dipandang sebagai melakukan segala sesuatu dengan sendirinya tanpa ada upaya dari orang lain untuk memberikan motivasi melakukan suatu pekerjaan. Dalam hal ini kemandirian belajar siswa dipandang sebagai sesuatu yang mengarah pada kegiatan yang dilakukan diri sendiri tanpa disuruh.

Pengertian Kemandirian Belajar Siswa

Kemandirian belajar siswa adalah belajar mandiri, tidak menggantungkan diri kepada orang lain, siswa dituntut untuk memiliki keaktifan dan inisiatif sendiri dalam belajar, bersikap, berbangsa maupun bernegara (Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 1990:13).

Perilaku atau sikap mandiri dari seseorang tidak terbentuk secara mendadak, akan tetapi melalui proses sejak masa kanak-kanak. Dalam perilaku mandiri antara individu satu dengan individu yang lain berbeda, hal ini karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap mandiri individu tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor dari dalam individu dan faktor dari luar individu.

Pengertian dan Faktor-Faktor Kemandirian Belajar Siswa
Kemandirian Belajar Siswa
Desmita (2009: 185) menyatakan bahwa” kemandirian adalah usaha melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya melalui proses mencari ego, yaitu merupakan perkembangan ke arah individualitas yang mantap dan berdiri sendiri”. Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan menetukan nasib sendiri, kreatif, dan inisiatif, mengatur tingkah laku, bertanggung jawab, mampu menahan diri, membuat keputusan-keputusan sendiri, serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh dari orang lain. Menurut Bimo Walgito (1997: 46) faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian adalah:

Faktor Eksogen

Faktor eksogen  adalah faktor yang berasal dari luar seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor yang berasal dari keluarga misalnya keadaan orang tua, banyak anak dalam keluarga,  keadaan sosial ekonomi dan sebagainya. Faktor yang berasal dari sekolah misalnya, pendidikan serta bimbingan yang diperoleh dari sekolah, sedangkan faktor dari masyarakat yaitu kondisi dan sikap masyarakat yang kurang memperhatikan masalah pendidikan.

Faktor Endogen

Faktor endogen adalah faktor yang berasal dari siswa sendiri, yaitu faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor fisiologis mencakup kondisi fisik siswa, sehat atau kurang sehat, sedangkan faktor psikologis yaitu bakat, minat, sikap mandiri, motivasi, kecerdasan dan lain-lain.

Dalam pendidikan, maka cara belajar secara aktif perlu ditempuh untuk mendidik anak berpikir secara mandiri. Kualitas kemandirian adalah ciri yang paling diperlukan manusia dimasa depan. Seperti dijelaskan Herman Holstein (1986: 9) sebagai berikut:

Pada situasi belajar mandiri, pengajar berusaha untuk mengembangkan  belajar sendiri melalui bekerja sendiri dan menemukan sendiri. Sikap pengajar dalam pembelajaran yang membuka kesempatan bagi pelajar untuk mendapatkan gerak atau ruang kerja seluas-luasnya dalam cara serta waktu kerjanya, ditandai dengan tidak menonjolkan peranan mengajar dalam kelas. Pengajar sedapat-dapatnya menarik diri guna memberikan kerja kepada para pelajarnya.

Berdasarkan pendapat diatas, maka belajar mandiri merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh individu untuk melakukan kegiatan belajar secara mandiri atas dasar motivasinya sendiri untuk menguasai dan menyiapkan suatu materi dan atau kompetensi tertentu sehingga dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Sehingga dalam kemandirian belajar, siswa harus aktif dan tidak tergantung pada pengajar. Bila dilihat dari aspek kognitif maka dengan belajar mandiri akan diperoleh pemahaman konsep pengetahuan yang tahan lama sehingga akan berpengaruh pada pencapaian akademik siswa yang baik. Hal tersebut dikarenakan siswa terbiasa manyelesaikan tugas yang diberikan dengan usahanya sendiri dan menggali sumber-sumber belajar yang ada.

Dengan belajar mandiri siswa dituntut aktif baik sebelum proses belajar mengajar berlangsung maupun setelah proses belajar belajar. Siswa yang belajar mandiri akan mempersiapkan materi yang diajarkan. Setelah proses belajar mengajar berakhir, siswa akan mengulang kembali materi yang telah disampaikan sebelumnya, baik dengan membaca ataupun berdiskusi dengan teman. Dengan demikian siswa yang menerapkan belajar mandiri akan mempunyai prestasi lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang tidak menerapkan prinsip belajar mandiri.

Pengertian dan Faktor-Faktor Kemandirian Belajar Siswa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

4 komentar:

  1. Assalamu'alaikum kak arya cakka...
    kak kalau boleh tau judul referensi untuk tulisan yang ini itu apa yah???
    Kemandirian belajar siswa adalah belajar mandiri, tidak menggantungkan diri kepada orang lain, siswa dituntut untuk memiliki keaktifan dan inisiatif sendiri dalam belajar, bersikap, berbangsa maupun bernegara (Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, 1990:13).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengarang: Abu Ahmadi & Nur Uhbiyati
      Judul Buku: Ilmu Pendidikan
      Kota & Penerbit : Jakarta: PT. Rineka Cipta
      Ada yang cetakan baru sebenarnya
      Semoga bermanfaat

      Delete
  2. Assalamu'alaikum kak Arya Cakka...
    kak, kalau boleh tau referensi untuk artikel tentang pengertian dan faktor-faktor kemandirian belajar siswa...
    bisa kirim di email saya kak...atas nama pu3nurjannah@gamil.com
    syukron... jazakumullah katsiroh...
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengarang: Abu Ahmadi & Nur Uhbiyati
      Judul Buku: Ilmu Pendidikan
      Kota & Penerbit : Jakarta: PT. Rineka Cipta
      Ada yang cetakan baru sebenarnya
      Semoga bermanfaat

      Delete

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih