17 March 2016

Pengertian Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, dan Review) Menurut Para Ahli

Pengertian Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, dan Review) Menurut Para Ahli. Pembelajaran terjadi dengan adanya interaksi antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, sedang pendidik adalah seseorang atau sekelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.

Pendidikan hendaknya tidak hanya berorientasi pasa masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisifasi dan memberikan masa depan. Pendidika hendaknya melihat jauh kedepan dan memikirkan apa yang akan dihadapi peserta didik dimasa yang akan datang.
Pengertian Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, dan Review) Menurut Para Ahli
Strategi PQ4R
Bedasarkan alasan tersebut, maka sangatlah penting bagi para pendidik khusunya guru untuk menguasai berbagai model dan strategi belajar. Strategi belajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh guru maupun calon guru, karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung pada cara mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya baik menurut siswa, maka mereka akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan dan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, motorik dan gaya hidupnya. Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih variatif, inovatif, dan konstriktuf dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik

Menurut Weinstein dan Meyer, dalam Nur (2000: 5) pengajaran yang baik meliputi pengajaran siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotifasi diri mereka sendiri. Hal lain yang dianggap pentingnya mengajarkan strategi belajar adalah alur pemikiran Norman dalam Arends (1997: 234) yang memberikan kelemahan guru dalam tugas pengajaran siswa bagaimana belajar sebagai tujuan pendidikan.

Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Setrategi ini digunakan untuk membantu siswa  mengingat apa yang mereka baca, dan membantu proses belajar mengajar  di kelas yang dilaksanakan dengan membaca buku. Kegiatan membaca buku bertujuan untuk mempelajari bab demi bab suatu buku pelajaran. Oleh karena itu keterampilan pokok pertama yang harus dikembangkan dan dikuasai oleh para siswa adalah membaca buku pelajaran dan bacaan tambahan lainya.

Strategi PQ4R dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa serta memberikan nuansa belajar yang menyenangkan. Saran kepada guru, dalam mengajar hendaknya tidak sekedar mengajarkan buku dan menggunakan teknik pembelajaran yang monoton. Sebagai guru SD hendaknya lebih cermat dalam memilih, menata, dan merepresentasikan materi pembelajaran, sehingga siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan dapat mengembangkan kreativitasnya.

Aktivitas membaca yang terampil akan membuahkan pengetahuan yang luas, gemerlang kearifan yang dalam, serta keahlian di masa yang akan datang. Kegiatan dan keterampilan membaca itu tidak bisa diganti dengan metode-metode pengajaran lainnya.  Membaca dapat dipandang sebagai sebuah proses interatif antara bahasa dan pikiran. Sebagai proses interatif, maka keberhasilian membaca akan di pengaruhi oleh faktor pengeteahuan yang melatar belakangi dan setra tegi belajar.

Salah satu strategi yang paling banyak dikenal untuk membantu siswa memahami dan mengingatkan materi yang mereka baca adalah setrategi PQ4R. adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi membaca PQ4R adalah sebagai berikut :

Preview

Langkah pertama ini dimaksudkan agar siswa, membaca selintas  dengan cepat sebelum mulai membaca bahan bacaan siswa tyang memuat tentang amateri ekosistem peran dan interaksinya.

Siswa dapat emulai dengan membaca topik-topik, sub topik utama, judul dan sub judul, kalimat-kalimat permulaan atau akhir suatu paragraph, atau ringkasan pada akhir suatu bab. Apabila hal itu tidak ada, siswa dapat memeriksa setiap halaman dengan cepat, membaca satu atau dua kalimat disana sini sehingga memperoleh sedikit gambaran mengenai apa yang akan dipelajari. Perhatikan ide pokok yang menjadi inti pembahasan dalam bahan bacaan siswa. Dengan ide pokok  ini akan memudahkan mereka memberi keseluruhan ide yang ada.

Question

Pada langkah kedua adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri untuk setiap pasal yang ada pada bahan bacan siswa. Pergunakan “ judul dan subjudul atau topic dan sub topik utama”. Awali pertanyan dengan menggunakan kata “ apa, siapa, mengapa, dan bagaimana”.

Read

Baca karangan secaraaktif, yakni dengan cara pikiran siswa harus memberikan reaksi terhadap apa yang dibacanya. Janganlah membuat catatan-catatan panjang. Cobalah mencari jawaban terhadap semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sebelumnya.

Reflect

Reflect bukanlah langkah terpisah dengan langkah ketiga (red), tetapi merupakan suatu komponen esensial dari langkah ketiga tersebut. Selama mebaca, siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal, tetapi cobalah untuk memahami informasi yang di persentasikan dengan cara: (1) menghubungkan informasi itu dengan hal-hal yang telah anda ketahui; (2) mengkaitka subtopic-subtopik didalam teks dengan konsep-konsep atu perinsip-perinsip utama; (3) yang disajikan; dan (4) cobalah untuk menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah-masalah yang di simulasikan dan dia juakan dari materi pelajaran tersebut.

Recite

Pada langkah kelima ini, siswa diminta untuk merenungkan (menginat) kembali informasi yang telah di pelajari dengan menyatakan butir-butir penting dengan nyaring dan dengan menyatakan dan menjawab pertanyan-pertanyan. Siswa dapat melihat kembali catatan yang telah dibuat dan menggunakan kata-kata yang ditonjolkan dalam bacaan. Dari catatan yang telah di buat pada langkah terdahulu dan berlandaskan ide-ide yang ada pada siswa, maka mereka dimita membuat intisari dari materi bacaan. Usahakan intisari ini merupakan inti dari pembahasan konsep ekosistem peran dan interaksinya.

Review

Pada langkah terakhir ini siswa diminta untuk membaca catatan singkat (intisari) yang telah dibuatnya, mengulang kembaliseluruh isi bacan bila perlu dan sekali lagi jawab pertanyan-pertanyan yang diajukan.

Menurut Arends (1997: 244), strategi-strategi belajar merujuk kepada prilaku dan proses-proses pikiran yang dibenarkan siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajirinya, teramasuk ingatan dan proses metakognitif. Contoh tujuan kognitif tradisional yang diharapkan dicapai siswa adalah pemahaman suatu wacana dalam sebuah buku. Menurut Weinstein dan Meyer dalam Arends (1997: 243), “mengajar yang baik mencakup mengajari siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana mendorong diri sendiri”.

Pembelajaran dengan penerapan strategi-strategi belajar berpedoman pada premis, bahwa keberhasilan siswa banyak bergantung pada kemahiran mereka untuk belajar sendiri dan untuk memonitor belajarnya sendiri. Hal ini menyebabkan pentingnya strategi-strategi belajar diajarkan kepada anak didik dimulai dari sekolah dasar dan berlanjut pada pendidikan menengah dan tinggi.

Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi yang digunakan untuk membantu siswa  mengingat apa yang mereka baca, dan membantu proses belajar mengajar  di kelas yang dilaksanakan dengan membaca buku.

Referensi:

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorintasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Pengertian Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, dan Review) Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih