02 April 2016

Pengaruh Interaksi Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar

Pengaruh Interaksi Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia memerlukan interaksi dengan orang lain dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Proses interaksi antarmanusia terbentuk secara alami dan terus- menerus. Alami berarti proses interaksi antarmanusia terjadi karena dorongan dari dalam diri. Dorongan untuk melakukan interaksi akan berlangsung secara terus- menerus sampai akhir masa kehidupan.

Manusia melakukan interaksi untuk mempertahankan dan menjalankan kehidupan. Selain untuk mempertahankan hidup, proses interaksi memiliki tujuan tertentu. Interaksi antarmanusia didasari atas sebuah tujuan secara pribadi atau kolektif. Tujuan secara pribadi misalnya manusia masuk ke dalam kelompok sosial agar memperoleh perlindungan. Tujuan secara kolektif seperti kelompok sosial bekerja sama dengan pemerintah untuk memperkuat posisi dalam bisnis. Manusia melakukan interaksi pertama dengan lingkungan keluarga. Orangtua menjadi landasan awal dalam membentuk pola interaksi di kehidupan awal manusia. Manusia belajar banyak hal tentang berbagai cara kehidupan di lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga memberikan kemampuan dasar kehidupan seperti cara makan, minum, berpakaian, tata krama, dan sopan santun. Kepribadian awal manusia akan mulai terbentuk dari interaksi dengan orangtua dan lingkungan keluarga.

Pengaruh Interaksi Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar
Interaksi Teman Sebaya
Setiap orangtua menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya. Orangtua akan memberikan berbagai kemampuan hidup untuk anak. Pemberian kemampuan hidup bertujuan agar anak dapat menjadi manusia yang baik ketika dewasa. Dalam dunia modern pemberian pengetahuan dari orangtua saja dianggap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia dituntut untuk mengetahui dan memiliki pengetahuan yang lebih luas. Tuntutan pengetahuan yang lebih luas menyebabkan manusia harus bersekolah. Sekolah sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi mayarakat.

Siswa akan melakukan interaksi secara lebih luas di lingkungan sekolah. Proses interaksi terjadi antarsiswa, guru, dan masyarakat sekitar sekolah. Semakin tinggi jenjang pendidikan akan berbanding lurus dengan tingkat interaksi yang lebih luas. Siswa akan bertemu dengan lebih banyak siswa lain dengan latar belakang budaya yang lebih bervariasi. Interaksi yang semakin luas akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi siswa. Pertukaran kebudayaan dan pola pikir akan terjadi di dalam pergaulan lingkungan sekolah. Siswa akan menemukan sahabat-sahabat yang mempunyai banyak kesamaan sehingga terbentuk hubungan yang erat. Hubungan persahabatan yang erat akan semakin memberikan rasa nyaman dalam menjalani masa pendidikan. Melalui interaksi dengan sahabat, siswa dapat saling memberikan motivasi belajar dan saling membantu dalam menghadapi berbagai kesulitan bersama. Persaingan antarsiswa akan terbentuk dalam meraih kesuksesan akademik. Persaingan dalam memperoleh kesuksesan akademik merupakan hal yang positif. Siswa akan semakin memiliki motivasi belajar yang tinggi melalui persaingan dengan sahabat di sekolah.

Interaksi dengan teman sebaya menjadi tempat sosialisasi pertama siswa di luar lingkungan keluarga. Siswa akan belajar banyak hal tentang kemampuan hidup melalui interaksi dengan teman sebaya. Teman sebaya akan memberikan kemampuan dalam cara berkomunikasi, menyelesaikan suatu masalah, dan saling menghargai. Siswa akan banyak bercerita kepada teman sebayanya tentang masalah-masalah yang dihadapi. Saling bertukar cerita akan memberikan rasa nyaman bagi siswa. Siswa tidak akan mempunyai perasaan kesepian dan sendirian. Interaksi teman sebaya juga akan menjadi penyalur bakat dan minat bagi siswa. Melalui teman sebaya siswa dapat mengembangkan diri dengan hobi dan kesenangan yang dimiliki. Melalui kesamaan hobi dan bakat akan tercipta kebersamaan yang kuat Antarsiswa.

Siswa yang melakukan kenakalan remaja cenderung gagal dalam dunia pendidikan. Siswa dengan kebiasaan tawuran dan minum-minuman keras akan memberikan efek negatif terhadap kesuksesan akademik. Kesuksesan akademik yang dicapai cenderung akan rendah. Efek negatif yang paling berbahaya adalah gagalnya siswa dalam menuntaskan program belajar. Tawuran dan miras merupakan efek negatif dari dunia pendidikan secara fisik. Selain efek negatif yang bersifat fisik, dunia pendidikan juga dapat memberikan efek negatif nonfisik. Efek negatif nonfisik ini dapat berupa produk pendidikan dengan nilai akademis baik tetapi tidak diimbangi dengan moral baik.

Beberapa kasus tawuran remaja, minuman keras, dan korupsi membuktikan bahwa kesuksesan siswa dalam dunia pendidikan belum maksimal. Dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat mencari ilmu dan membentuk karakter siswa yang baik tetapi dapat juga membawa efek negatif. Efek-efek negatif dari pergaulan antarsiswa dalam dunia pendidikan harus bisa diminimalisir. Siswa yang terpengaruh hal negatif akan membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain. Siswa yang mengalami  kegagalan dalam menempuh pendidikan akan sangat mempengaruhi kehidupan dan masa depan. Kegagalan dalam dunia pendidikan terwujud dalam kehidupan sehari-hari siswa seperti rusaknya moral, nilai akademik kurang baik, dan pelanggaran norma di masyarakat.

Pergaulan antarpeserta dididk dalam hal negatif akan merugikan diri sendiri, orangtua, dan masyarakat. Kerugian bagi masyarakat seperti terciptanya lulusan pandai tetapi tidak mempunyai karakter yang baik. Manusia pandai tanpa karakter yang baik akan cenderung mementingkan keuntungan pribadi meski harus melanggar norma masyarakat seperti koruptor. Siswa merupakan generasi penerus bangsa yang akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan. Generasi penerus bangsa harus memiliki kecerdasan akademik dengan disertai moral yang baik. Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan spiritual merupakan hal yang harus diutamakan dalam dunia pendidikan. Kesuksesan siswa secara nyata terlihat dalam prestasi akademik dan karakter dikehidupan sehari-hari.

Pemerintah sudah melakukan berbagai usaha dalam meningkatkan prestasi siswa dengan diimbangi karekter yang baik. Wujud usaha dalam meningkatkan prestasi terdapat dalam batasan standar kelulusan. Setiap sekolah mempunyai standar kelulusan agar tercipta lulusan yang benar-benar berkualitas. Sedangkan peran pemerintah untuk memperbaiki karakter siswa terlihat melalui pergantian kurikulum pendidikan. Awal tahun 2013 pemerintah  mewacanakan penggunaan kurikulum 2013 yang berbasis karakter. Kurikulum 2013 akan berorientasi pada karakter di samping ilmu pengetahuan bagi siswa. Dunia pendidikan dituntut untuk menciptakan lulusan berkualitas dengan diimbangi karakter yang baik. Karakter yang baik pada siswa  berhubungan erat dengan pendidikan agama.

Pola pergaulan tidak dapat terlepas dari peran serta pengawasan orangtua. Dalam agama Buddha pola hubungan antara anak dengan orangtua terdapat pada dalam Sigalaka sutta. Sigalaka Sutta berisi tentang kewajiban anak terhadap orangtua dan kewajiban orangtua terhadap anak. Salah satu kewajiban orangtua adalah memberikan keterampilan untuk profesi atau keahlian. Pemberian keterampilan di era modern yaitu dengan menyekolahkan anak. Selain kewajiban memberikan keterampilan dalam profesi atau keahlian orangtua juga wajib menjaga anak agar tidak berbuat jahat. Menjaga untuk tidak berbuat jahat dapat dilakukan melalui pengawasan pergaulan anak dalam kehidupan sehari-hari. Kedua kewajiban orangtua tersebut jika diterapkan dalam dunia pendidikan maka akan tercipta anak-anak yang cerdas dan berkepribadian baik.

Pengaruh Interaksi Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih