02 May 2016

Kuliah: Gudang Rupiah ataukah Sampah?

Kuliah: Gudang Rupiah ataukah Sampah? Saat ini menempuh pendidikan jenjang perkuliahan memang sangat dibutuhkan. Akan tetapi, apakah dengan lulus kuliah sudah bisa menjamin akan mendapatkan pekerjaan? Tentu saja bukan, faktanya di Indonesia lowongan kerja sempit sarjana semakin membukit.

Pengangguran di Indonesia didominasi oleh golongan terdidik. Tidak jarang sering kita jumpai sarjana-sarjana berjalan mencari pekerjaan. Hanya sebagian kecil dari mereka yang bekerja sesuai dengan harapan mereka.

Pendidikan yang diharapkan membawa perubahan seharusnya menjadi hal utama yang harus dikembangkan negara ini. Kompetansi yang dipelajari dalam perkuliahan seharusnya juga mampu menuntun mereka ke dalam dunia kerja. Ketidak cocokkan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Faktanya kurang selarasnya perencanaan pembangunan pendidikan dengan berkembangnya lapangan kerja yang tidak sesuai dengan jurusan mereka menjadi faktor utama pengangguran.

Kuliah: Gudang Rupiah ataukah Sampah?
Sarjana Muda
Faktor lain memilih pekerjaan yang formal dan mereka maunya bekerja di tempat yang langsung menempatkan mereka di posisi yang enak, dapat banyak fasilitas, dan maunya langsung dapat gaji besar. Setelah lulus kuliah sebagian besar mereka menjadi merasa kecil hati. Apabila bekerja bisa dikatakan satu level dengan mereka yang lulusannya di bawahnya seperti lulusan menengah atas (SMA) maupun menengah kejuruan (SMK).

Lembaga pendidikan di Indonesia sendiri hanya menghasilkan pencari kerja, bukan pencipta kerja. Padahal, untuk menjadi seorang lulusan yang siap kerja, mereka perlu tambahan keterampilan di luar bidang akademik yang mereka kuasai.

Belum efisiennya fungsi pasar kerja. arus informasi tenaga kerja yang tidak sempurna dan tidak lancar menyebabkan banyak angkatan kerja bekerja di luar bidangnya. Kemudian faktor gengsi juga menyebabkan lulusan akademi atau universitas memilih menganggur karena tidak sesuai dengan bidangnya. Yang membuat budaya malas juga sebagai salah satu factor penyebab tingginya angka pengangguran sarjana di Indonesia.

Dengan adanya pengangguran memicu maraknya kriminalitas. Tidakan kriminalitas ini merupakan upaya cara memenuh kebutuhan yang harus terpenuhi. Kebutuhan meningkat yang tidak dibarengi dengan pendapatan yang didapatkan.

Secara umum lulusan perkuliahan pun tidak menjamin diterimanya di lapangan pekerjaan. Maka lebih telitilah di dalam mengambil suatu keputusan di dalam dunia pendidikan. Pendidikan yang baru seharusnya mampu menciptakan lapangan kerja tidak hanya mencetak pencari kerja.

Kuliah: Gudang Rupiah ataukah Sampah? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih