03 May 2016

Landasan Filosofi Pendidikan Agama Buddha

Landasan Filosofi Pendidikan Agama Buddha. Landasan filosofi pendidikan dalam agama Buddha dapat dilihat rumusan empat kebenaran mulia (cattāri ariya saccāni), yaitu mengidentifikasi adanya dukkha, sebab dukkha, terhentinya dukkha, dan jalan menuju terhentinya dukkha (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014: 109). Dari rumusan ini Sang Buddha memberikan petunjuk bagaimana sebaiknya mengatasi masalah secara sistematis. Mengatasi masalah secara sistematis menunjukkan ada suatu nilai pendidikan yaitu dari mengidentifikasi adanya penderitaan, asal penderitaan, terhentinya penderitaan dapat dihasilkan pengalaman mengatasi penderitaan. Pengalaman mengatasi penderitaan ini, bisa diartikan sebagai ilmu atau pengalaman baru dari proses pembelajaran mengatasi penderitaan.

Landasan Filosofi Pendidikan Agama Buddha
Landasan Filosofi Pendidikan Agama Buddha
Pendidikan agama Buddha pada dasarnya bersifat terbuka dan tidak ada yang disembunyikan. Terbuka yang dimaksud seperti penjelasan dhamma atau ajaran Buddha mengudang untuk dibuktikan yang diistilahkan ehipasiko,  artinya datang, lihat, dan buktikan (Hardy, 1994: 285). Penjelasan itu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya pada pengakajian, pemahaman yang rasional, dan pengalaman empiris dari semua ajaran Buddha.

Pendidikan agama Buddha juga memiliki tujuan untuk mencerdaskan dan membentuk siswa menjadi pribadi yang bermoral sesuai dengan norma-norma yang berlaku baik dari segi perbuatan, ucapan, dan pikiran. Dalam Dhammapada BAB XXI Pakinnaka, syair 281 (Norman, 2004: 42) Sang Buddha bersabda “...Guarding one’s speech, well restrained in mind and body, one should not do evil. Purifying these paths of action, one would attain the path taught by the sages...”. Artinya hendaklah ia menjaga ucapan, dan mengendalikan pikiran dengan baik serta tidak melakukan perbuatan jahat melalui jasmani. Hendaklah ia memurnikan tiga saluran perbuatan ini, memenangkan jalan yang telah dibabarkan oleh para suci.

Berdasarkan sabda Buddha di atas disampaikan bahwa untuk mencapai jalan pembebasan, seseorang harus menjaga ucapan, mengendalikan pikiran dari hal-hal buruk, dan tidak melakukan perbuatan jahat melalui jasmani. Oleh karena itu, sebagai umat Buddha sangat penting untuk mempelajari ajaran Sang Buddha melalui pendidikan agama Buddha di sekolah agar bisa mengenal dan memahami ajaran Sang Buddha. Dengan demikian dapat mengerti mana yang harus dilakukan dan yang tidak dilakukan baik melalui ucapan, pikiran, dan badan jasmani.

Pendidikan Agama Buddha juga dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan meningkatkan potensi spiritual. Peningkatan potensi spiritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan serta penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama Buddha sangat penting karena selain memberikan pengtahuan tentang agama Buddha kepada siswa secara teoritis, juga sebagai sarana untuk menanamkan sifat-sifat baik pada diri siswa melalui pelajaran tentang moralitas Buddhis yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan Filosofi Pendidikan Agama Buddha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih