10 May 2016

Pengertian dan Teknik Penulisan Feature

Pengertian dan Teknik Penulisan Feature. Feature merupakan karangan lengkap nonfiksi, bukan berita lempang, dimuat di media massa, yang tidak tentu panjangnya, dipaparkan secara hidup, sebagai pengungkapan daya kreatif, dengan sentuhan subjektif (penulis) terhadap peristiwa, situasi, aspek kehidupan, dengan tekanan pada daya pikat menusiawi (human interest) untuk mencapai tujuan memberi informasi, menghibur, mendidik, dan meyakinkan pembaca.

Teknik Penulisan Feature

Penulisan berita (harus taat asas pada aturan 5W + 1H dalam teras berita atau lead), penulisan feature tidak demikian. Penulis feature dapat bertindak bebas, dapat menulis seperti menulis cerita, yang terpenting feature yang ditulis menarik perhatian dan memberikan sesuatu (nilai lebih) pada pembaca. Penulis feature adalah penutur cerita yang mampu menggunakan imajinasi dan kreativitasnya untuk membangkitkan rasa ingin tahu pembaca, untuk mencengangkan, untuk menjawab keragu-raguan, atau untuk membuat pembaca haru, tertawa, bahkan menangis.

Sebelum menulis, penulis feature hendaknya memperhatikan keadaan sekeliling (di mana dan kapan pun), mengetahui apakah ada sesuatu yang lain, yang lucu, yang unik, yang tidak biasa, yang dramatis, yang layak diketahui pembaca.

Salah satu cara untuk memperoleh bahan karangan, selain observasi langsung, bisa dilakukan dengan wawancara (wawancara pribadi, wawancara berita, wawancara jalanan, wawancara telepon, wawancara tertulis, dll).

Pengertian dan Teknik Penulisan Feature
Pengertian dan Teknik Penulisan Feature

Langkah-Langkah Penting Wawancara

Adapun langkah-hangkah penting dalam wawancaya yaitu sebagai berikut:
  1. Memperkenalkan diri, menjelaskan maksud wawancara.
  2. Mengetahui kegemaran/hobi untuk memulai pembicaraan menuju wawancara.
  3. Tidak berdebat, tetapi berusaha memperoleh informasi.
  4. Mencatat dengan cermat nama, jabatan, atribut, dan pernyataan-pernyataannya.
  5. Cepat menyesuaikan diri terhadap situasi baru yang berkembang jika yang terjadi lain dari rencana semula, misalnya cepat menyusun pertanyaan baru di luar pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya.
  6. Menyatakan terima kasih, menanyakan apakah ada pesan, tambahan, dll,
  7. Kalau perlu membacakan hasil wawancara dan meminta paraf persetujuan, lebih-lebih jika itu menyangkut masa
Dalam wawancara, jangan lupa melontarkan pertanyaan peluru yang jawabannya mungkin sangat berguna bagi lead berita atau penutup feature.

Setelah bahan memadai, langkah berikutnya merumuskan kalimat tema (pokok tuturan) sekaligus angle-(segi, sudut pandang)-nya dan ini yang membatasi dan mengendalikan tulisan agar tidak terlalu luas atau terlalu sempit.

Misalnya: perawat (terlalu luas), perasaan perawat gadis di rumah sakit bersalin (lebih pas).

Karangan sudah baik jika memenuhi syarat kesatuan, rincian, keaslian.

Saat Mulai Menulis

Saat inilah yang paling sulit. Bahan sudah terkumpul, kalimat tema sudah dirumuskan, tetapi terkadang sangat sulit menulis paragraf awal (teras) yang mampu menarik perhatian pembaca. Sebab, teras haruslah mampu membangkitkan minat, perhatian, dan rasa ingin tahu pembaca, yang ditulis secara ringkas. Setelah teras berhasil dirumuskan dan ditulis, disusul tubuh karangan yang berupa rincian yang dituturkan mengikuti alur aturan tuturan yang tertib, masuk akal, dengan gaya cerita menurut selera (piramida terbalik, kronologis, dll), barulah ditutup dengan penutup yang juga harus menarik.

Pengertian dan Teknik Penulisan Feature Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih