14 May 2016

Pengertian IPA Menurut Para Ahli

Pengertian IPA Menurut Para Ahli. IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam dari segi istilah dapat diartikan sebagai ilmu yang berisi pengetahuan alam.

Ilmu artinya pengetahuan yang benar, yaitu bersifat rasional dan obyektif.

Pengetahuan alam adalah pengetahuan yang berisi tentang alam semesta dan segala isinya.

Agar lebih memahami IPA mari kita simak pendapat ahli di bawah ini.

Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992: 3).


IPA memiliki arti yang sempit jika diidentifikasi hanya dari segi istilah saja, seperti halnya pengertian IPA yang telah diuraikan di atas. Dari segi istilah, IPA hanya diartikan sebagai kumpulan pengetahuan tentang alam saja. Padahal menurut beberapa pendapat dari tokoh IPA (Sains), pengertian IPA jauh lebih besar dari sekedar kumpulan pengetahuan.

Nash dalam Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992: 3)

IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Cara atau metode tersebut harus bersifat analitis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara fenomena dengan fenomena yang lain. Metode tersebut dapat membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya itu. Metode tersebut adalah metode berpikir ilmiah.

Vessel dalam Patta Bundu (2006: 9)

IPA sebagai suatu hal atau apa yang dikerjakan para ahli sains (Scientis).

Vessel dalam Patta Bundu (2006: 9)

science is an intellectual search involving inquiry, rational through, and generalization”.
Hal yang dikerjakan oleh saintis disebut sebagai proses sains, sedangkan hasilnya yang berupa fakta-fakta dan prinsip-prinsip disebut dengan produk sains.

Pengertian IPA Menurut Para Ahli
IPA Menurut Para Ahli

Abruscato, Joseph dan Derosa, Donald A (2010: 6)

Science is the name we give to group of process through which we can sistematically gather information about the natural world. Science is also the knowledge gathered through the use of such process. Finally, science is characterized by those values and attitudes processed by people who use scientific process to gather knowledge.

Pengertian sains menurut uraian di atas adalah (1) sains adalah sejumlah proses kegiatan mengumpulkan informasi secara sistematik tentang dunia sekitar, (2) sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tertentu, (3) sains dicirikan oleh nilai-nilai dan sikap para ilmuwan menggunakan proses ilmiah dalam memperoleh pengetahuan. Dengan kata  lain, sains adalah proses kegiatan yang dilakukan para saintis dalam memperoleh pengetahuan dan sikap terhadap proses kegiatan tersebut (sikap ilmiah).

Patta Bundu (2006: 11)

Secara garis besar atau pada hakikatnya IPA memiliki tiga komponen, yaitu proses ilmiah, produk ilmiah, dan sikap ilmiah. Proses ilmiah adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilaksanakan dalam rangka menemukan produk ilmiah. Proses ilmiah meliputi mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, merancang, dan melaksanakan eksperimen. Produk ilmiah meliputi prinsip, konsep, hukum, dan teori. Produk ilmiah berupa pengetahuan-pengetahuan alam yang telah ditemukan dan diuji secara ilmiah. Sikap ilmiah merupakan keyakinan akan nilai yang harus dipertahankan ketika mencari atau mengembangkan pengetahuan baru. Sikap ilmiah meliputi ingin tahu, hati-hati, obyektif, dan jujur.

Segala Syaiful (2004: 68)

IPA adalah pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam semesta dan segala isinya.Sains atau IPA dapat diartikan ilmu yang mempelajari sebab dan akibat kejadian yang terjadi di alam ini. Kamus yang dikutip sukama, sains adalah ilmu sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebenarn dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi.

Sund & Trowbidge dalam Sukarna (1981: 1)

Sains atau IPA adalah tubuh dari pengetahuan dan proses sedangkan Trowbidge dan Bybee menjelaskan bahwa IPA adalah tubuh (bangun ) pengetahuan, dibentuk oleh proses pertemuan terus menerus dan orang-orang yang terlibat di dalam kegiatan ilmiah.

Sutiyoso (1998: 23)

Sains atau IPA adalah pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada hentihentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, bergerak berobjek, bermetode, dan berlaku secara universal.

Abdullah (1998: 18)

IPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus yaitu dengan cara.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa IPA menurut hakikatnya adalah suatu cara untuk memperoleh pengetahuan baru yang berupa produk ilmiah dan sikap ilmiah melalui suatu kegiatan yang disebut proses ilmiah. Siapapun yang akan mempelajari IPA haruslah melakukan suatu kegiatan yang disebut sebagai proses ilmiah. Seseorang dapat menemukan pengetahuan baru dan menanamkan sikap yang ada dalam dirinya melalui proses ilmiah tersebut.

Hakekat Pembelajaran IPA

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi merupakan suatu proses penemuan, pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih dalam menerapkannya dalam lingkungan seharihari.

Proses pembelajarannya menekannkan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Ada 7 karakteristik dalam pembelajaran IPA yang efektif, antara lain sebagai berikut:
  1. Mampu memfasilitasi keingintahuan siswa.
  2. Memberi kesempatan untuk menyajikan dan mengkomunikasikan pengalaman dan pemahaman tentang IPA.
  3. Menyediakan wahana untuk unjuk kemampuan
  4. Menyediakan pilihan-pilihan aktifitas.
  5. Menyediakan kesempatan untuk mengeksplorasi alam skitar.
  6. Penerapan IPA menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. Dalam pembelajaran tersebut siswa difasilitasi untuk mengembangkan sejumlah keterampilan (keterampilan atau kerja ilmiah) dan sikap ilmiah dalam memperoleh pengetahuan ilmiah tentang dirinya dan alam sekitar. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mengamati dengan seluruh indra, keterampilan menggunakan alat dan bahan secara benar dengan selalu memperhatikan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan data, menafsirkan data, mengkomunikasikan hasil temuan secara beragam, serta menggali dan memilah informasi factual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahakan masalah-masalah dalam sehari-hari.

Referensi:

Syaiful, Segala. 2004. Konsep dan Makna Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sukarna. 1981. Dasar-Dasar Pendidikan Sains. Jakarta: Batara Karya Husada.

Pengertian IPA Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratna Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih