02 May 2016

Pentingnya Student Centered Learning di Sekolah

Pentingnya Student Centered Learning di Sekolah. Sebelum usia sekolah, anak jarang menerima pendidikan secara formal. Orang tua menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh anak-anak secara alami yang membawa anak dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain yang berkaitan dengan apa yang ingin diketahui olehnya. Kadang anak menolak bantuan dalam mengerjakan sesuatu hingga benar-benar tak mampu mengerjakannya sendiri. Mereka lebih suka mencoba mengerjakan sendiri. Orang tua yang bijak akan membiarkan tetapi selalu siap sedia jika anak bertanya atau membutuhkan pertolongan. Dengan demikian anak memegang kontrol atas cara belajarnya sendiri. Mereka tidak belajar karena disuruh. Bimbingan secara individu, ketika dibutuhkan, adalah dasar dari pendidikan yang diterima anak sebelum masuk sekolah, sehingga mereka merasa sedang bermain, tidak merasa terpaksa untuk belajar. Dari proses itu, motivasi intrinsik anak untuk belajar akan tergali dan berkembang secara alami.

Pentingnya Student Centered Learning di Sekolah
Student Centered Learning di Sekolah
Begitu anak siap untuk memasuki sekolah secara formal, antusiasme dan kesenangan dalam belajar menjadi hilang. Anak cepat menjadi bosan, lebih tertarik pada hal-hal lain seperti menonton televisi, bermain dan sebagainya. Motivasi untuk belajar menjadi hilang disebabkan oleh kenyataan bahwa anak diharuskan belajar menurut apa yang harus dipelajari, bukan apa yang diinginkan anak, padahal motivasi dari dalam diri sendiri adalah sangat dibutuhkan bagi seorang anak untuk terus dan suka belajar.

Sistem pendidikan kita saat ini dibangun dengan mengacu pada tujuan dari para pendidik bukan peserta didik. Tujuan, materi serta metode pendidikan ditetapkan berdasarkan pada apa yang diinginkan dan dianggap perlu diketahui dan dipelajari oleh peserta didik secara seragam, tanpa memperdulikan keaneka-ragaman kebutuhan, minat, kemampuan serta gaya belajar tiap peserta didik. Tiap anak berbeda dan karena apa yang dipelajari oleh peserta didik tidak semuanya merupakan kebutuhan yang ingin dipelajari oleh peserta didik, materi menjadi sulit dicerna oleh sebagian besar peserta didik. Sebagian peserta didik memang belajar ataupun mengerti materi yang diajarkan, tetapi sering sifatnya hanya jangka pendek, untuk keperluan menjawab ulangan atau memperoleh nilai bagus untuk naik kelas. Ilmu pengetahuan yang dipelajari sering tak dapat diingat ketika harus memecahkan persoalan nyata. Motivasi untuk belajar hanya bersifat terpaksa, karena datangnya dari luar dirinya, bukan dari dalam dirinya sendiri.

Sementara itu, era globalisasi serta perkembangan teknologi informasi telah menimbulkan perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala bidang. Batasan wilayah, bahasa dan budaya yang semakin tipis, serta akses informasi yang semakin mudah menyebabkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diperoleh seseorang menjadi cepat usang. Persaingan yang semakin tajam akibat globalisasi serta kondisi perekonomian yang mengalami banyak kesulitan, terutama di Indonesia, membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, memiliki jiwa enterpreneur serta kepemimpinan. Pendidikan yang menekankan hanya pada proses transfer ilmu pengetahuan tidak lagi relevan, karena hanya akan menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan masa lampau, tanpa dapat mengadaptasinya dengan kebutuhan masa kini dan masa depan.

Student Centered Learning menekankan pada minat, kebutuhan dan kemampuan individu, menjanjikan model belajar yang menggali motivasi intrinsik untuk membangun masyarakat yang suka dan selalu belajar. Model belajar ini sekaligus dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan masyarakat seperti kreativitas, kepemimpinan, rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, kekritisan dalam berpikir, kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim, keahlian teknis, serta wawasan global untuk dapat selalu beradaptasi terhadap perubahan dan perkembangan.

Demikian pula halnya dengan sistem politik yang mengharuskan adanya kepatuhan pada pemerintah secara sentral dalam banyak bidang termasuk pendidikan serta budaya paternalistik yang mengharuskan anak menurut pada orang tua, atasan atau guru yang dibangun dalam jangka waktu berabad-abad lamanya, telah ikut ambil bagian dalam menghilangkan proses demokrasi di negara kita. Hal ini pula mengakibatkan terbentuknya masyarakat “yes man”, yang sering secara tak sadar menjadi tidak kreatif, tidak mandiri, tidak berani menyatakan pendapat, mudah dikendalikan orang lain serta tidak mampu bersaing.

Melalui sistem Student Centered Learning yang menghargai keunikan tiap individu dari tiap peserta didik, baik dalam minat, bakat, pendapat serta cara dalam gaya belajarnya, tiap peserta didik disiapkan untuk dapat menghargai diri sendiri, orang lain serta perbedaan, menjadi bagian dari masyarakat yang demokratis dan berwawasan global.

Pentingnya Student Centered Learning di Sekolah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih