12 June 2016

Ciri-Ciri Sahabat Palsu (Akalyanamitta) dalam Agama Buddha

Ciri-Ciri Sahabat Palsu (Akalyanamitta) dalam Agama Buddha. Manusia sangat dipengaruhi oleh teman dalam menjalani kehidupan. Dalam Samyutta Nikaya (Bodhi, 2010: 1670) disebutkan bahwa persahabatan yang baik adalah salah satu pelopor dan perintis bagi munculnya Jalan Mulia Berunsur Delapan. Bagi umat Buddha Jalan Mulia Berunsur Delapan merupakan jalan pencapaian kesuksesan dalam kehidupan tidak berumah tangga. Sebagai umat awam tidak dapat dipungkiri bahwa sosok sahabat sangat dibutuhkan. Sahabat yang baik akan menuntun tercapainya sebuah cita-cita. Rasa saling memotivasi dan memberikan dukungan menjadi semangat tersendiri. Semakin banyak dikelilingi oleh sahabat yang baik akan menjadikan kehidupan yang indah dan damai.

Dalam Dasuttara Sutta, Dīgha Nikāya (Davids, 2002: 251-252) dijelaskan bahwa persahabatan yang baik adalah salah satu faktor penunjang utama dalam mencapai sebuah tujuan. Sahabat yang baik akan memberikan berbagai dukungan baik secara material maupun moral. Dukungan secara material dapat berupa uang, peralatan, dan hal yang dibutuhkan untuk menunjang tercapainya tujuan.  Dukungan secara moral dapat berupa motivasi, penyemangat, serta pengarahan dalam mencapai tujuan. Interaksi dengan sahabat akan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk membina dan berlatih diri. Sahabat yang baik akan senantiasa membawa kenyamanan dalam hidup. Manusia akan memperoleh kebahagiaan yang diinginkan melalui kenyamanan dalam hidup.
Sahabat Tidak Baik (Akalyanamitta)
Sahabat Tidak Baik (Akalyanamitta)
Keputusan dalam memilih tipe sahabat yang baik agar membawa kemajuan dalam diri sangat diperlukan. Pergaulan akan memberikan dampak positif atau pun negatif tergantung pada tipe sahabat yang dimiliki. Dalam Sigalaka Sutta, Digha Nikaya (Davids, 2002: 177-178) dijelaskan tentang tipe sahabat yang baik dan kurang baik. Tipe sahabat yang kurang baik dijelaskan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Ciri-ciri sahabat yang kurang baik adalah sahabat yang mengambil seluruhnya, sahabat yang banyak bicara, sahabat yang suka menyanjung, dan sahabat dalam berfoya-foya

1. Mengambil Seluruhnya

Seorang sahabat yang mengambil seluruhnya dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Sahabat ini akan berada dekat ketika sedang dalam kesenangan. Tetapi ketika dalam suatu masalah sahabat ini akan pergi menjauh. Tipe sahabat yang mengambil seluruhnya lebih mementingkan kepentingan pribadi untuk  mencari sebuah keuntungan dalam sebuah hubungan persahabatan.

2. Banyak Bicara

Sahabat yang banyak bicara dijelaskan banyak menghabiskan waktu luang dengan membicarakan hal-hal tidak berguna. Hal tidak berguna seperti membicarakan masa lalu dan masa depan yang belum pasti dari pada melakukan sesuatu yang berguna saat itu. Sahabat seperti ini akan berbicara hal omong kosong seperti menggosip, membicarakan kesalahan orang lain dan teori-teori tanpa ada praktik nyata.

3. Suka Menyanjung

Ciri utama sahabat yang suka menyanjung adalah mempunyai kata-kata manis dan enak didengar. Setiap kata-kata yang digunakan mempunyai maksud dan tujuan tertentu. Memuji merupakan hal yang paling sering dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan saling percaya. Tipe sahabat yang suka menyanjung tidak dapat dipercaya karena apa yang diucapkan kepada setiap orang akan berbeda. Sahabat yang suka menyanjung akan lebih suka sering membicarakan kesalahan orang lain.

4. Berfoya-foya

Ciri sahabat yang kurang baik terakhir adalah sahabat dalam hal berfoya-foya. Kedekatan terbentuk dalam hal-hal negatif yang bersifat merugikan dan menjauh dari nilai dan norma. Sahabat seperti ini cendurung ada ketika sedang minum-minuman keras, berjudi, berkeliaran di malam hari, dan ketika berada di tempat hiburan malam. Kecenderungan dalam hal negatif berdampak pada kebiasaan hidup. Kebiasaan hidup dalam berfoya-foya akan menjadi pemborosan secara materi. Pemborosan materi akan berakibat bukan hanya pada diri pelaku tetapi terhadap orang-orang di sekitar seperti keluarga.

Ciri-Ciri Sahabat Palsu (Akalyanamitta) dalam Agama Buddha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratna Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih