12 June 2016

Sahabat Sejati (Kalyanamitta) dalam Agama Buddha

Sahabat Sejati (Kalyanamitta) dalam Agama Buddha. Sahabat yang baik mempunyai sifat suka membantu, memiliki rasa kesetiakawanan, menuntun kedalam hal-hal yang baik, dan mempunyai rasa simpatik.

Dhammapada XXV Syair 376 (Norman, 2004: 55) berbunyi: One should be in the habit of distributing gifts. One should be skilful in conduct. Then full of joy one will put an end to suffering (Bergaul dengan teman-teman yang berguna dan penuh semangat, serta yang bermatapencaharian benar. Semoga ia menjadi seseorang yang ramah dan berkelakuan baik; sehingga dengan diliputi oleh kegembiraan dan penuh kegembiraan ia akan mengakhiri penderitaan). Kutipan Dhammapada tersebut menunjukan bahwa efek dari sebuah pergaulan sangat besar. Dengan memilih sahabat yang baik akan membawa kebaikan dalam diri. Sahabat-sahabat yang baik akan menuntun kedalam keberhasilan hidup, baik dalam kehidupan duniawi sampai keberhasilan secara spiritual. Penjelasan lebih rinci tentang sifat sahabat yang baik adalah sebagai berikut:


Sahabat Sejati (Kalyanamitta) dalam Agama Buddha
Kalyanamitta

1. Suka Membantu

Membantu adalah salah satu kewajiban sebagai seorang sahabat yang baik.  Dengan saling membantu suatu hubungan persahabatan akan terjalin dengan baik. Terjalinnya suatu persahabatan yang baik akan memberikan suatu perasaan nyaman. Bantuan dalam persahabatan bukan dalam bentuk fisik, tetapi juga motivasi, semangat, atau menjaga saat keadaan buruk datang. Ketulusan dalam membantu dan menjaga sangat diperlukan sebagai landasan persahabatan yang baik.

2. Setia Kawan

Dalam hubungan persahabatan rasa kesetiakawanan sangat diperlukan. Kehadiran seorang sahabat dalam keadaan susah dan gembira adalah wujud kesetiakawanan. Rasa setia kawan akan benar-benar terlihat ketika keadaan susah datang. Kecenderungan seorang sahabat datang ketika saat-saat gembira harus diperhatikan untuk melihat rasa kesetiakawanan.

3. Menuntun ke Arah Baik

Menuntun ke dalam hal-hal yang baik adalah suatu kewajiban bagi seorang sahabat. Mengajarkan cara hidup yang sesuai dengan nilai dan norma di dalam masyarakat. Nilai dan norma merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Nilai dan norma harus dijalankan oleh anggota masyarakat agar pola kehidupan berjalan dengan baik. Ketika ada seseorang akan melanggar norma dan nilai sosok seorang sahabat wajib memperingatkan. Setelah memperingatkan, menunjukan, dan menuntun ke jalan yang benar.

4. Simpatik

Rasa simpatik dalam sebuah hubungan persahabatan sangat diperlukan. Rasa simpatik akan mempererat sebuah hubungan antarindividu. Rasa simpatik dapat berwujud perasaan senang ketika salah satu sahabat berhasil memperoleh keberhasilan. Sebaliknya jika ada yang sedang mendapatkan musibah kehadiran seorang sahabat akan memberikan motivasi. Motivasi berupa dukungan moral akan membantu seseorang dalam memberikan keyakinan diri untuk segera bangkit kembali.

Sahabat Sejati (Kalyanamitta) dalam Agama Buddha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratna Arya Cakka

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih