07 October 2016

Kendala dan Kelancaran Berkomunikasi

Kendala dan Kelancaran Berkomunikasi. Manusia adalah mahluk sosial dan menjadi seperti itu karena kita berkomunikasi satu sama lain. Meskipun kebisaan berkomunikasi adalah bakat alami, tetapi kemampuan berkomunikasi dengan baik telah terbukti dapat mengangkat harkat dan martabat seseorang. Orang yang prestasi akademiknya tidak begitu menonjol, tetapi mampu bekomunikasi dengan baik, kemungkinan besar lebih berhasil membina hubungan yang baik di tempat kerja.

Berkomunikasi dengan baik sama halnya dengan menjual gagasan dengan baik. Komunikasi membuat manusia dapat menyampaikan isi hatinya dan menjalin komunikasi perasaan. Tidak dapat dibayangkan apa jadinya jika manusia tidak dapat berkomunikasi. Betapapun cerdasnya seseorang secara intelektual, jika ia tidak mampu mengomunikasikannya, maka kecerdasannya itu akan sia sia. Kecerdasan Einstein tidak akan ada manfaatnya jika ia tidak mengomunikasikan temuan-temuannya. Sama halnya dengan sebuah produk yang sebenarnya sangat bagus, yang tidak akan terjual tanpa dikomunikasikan dengan baik (dipasarkan).

Demikian juga halnya, karier seseorang tidak akan berkembang dalam organisasi, publik atau swasta, tanpa berbekal kemampuan berkomunikasi. Apakah Anda sedang mempersiapkan presentasi, laporan kepada atasan, pengarahan kepada bawahan, atau melatih sebuah tim kerja; kemampuan Anda berkomunikasi akan menentukan keberhasilan Anda dalam semua kegiatan itu. Pegawai yang tidak terlalu pintar, tetapi dapat berkomunikasi dengan baik, kemungkinan besar akan memiliki karier lebih baik dibandingkan dengan mitranya yang sangat pintar tetapi tidak dapat berkomunikasi dengan efektif. Dengan demikian, komunikasi adalah inti interaksi sosial, baik di dalam maupun di luar organisasi, dan produktivitas interaksi itu hanya akan tercapai jika pihak-pihak yang berinteraksi dapat berkomunikasi dengan baik.
Kendala dan Kelancaran Berkomunikasi
Komunikasi

A. Kendala Berkomunikasi

Dalam praktik berkomunikasi biasanya seseorang akan menghadapi berbagai macam hambatan yang jika tidak dapat ditanggulangi secara tepat akan membuat proses komunikasi menjadi sia-sia karena pesan tidak tersampaikan dengan tepat. Pesan yang dikirimkan terkendala oleh apa yang disebut dengan distorsi (penyimpangan atau gangguan). Dari sudut pengirim pesan distorsi dapat terjadi karena ketidakmampuannya dalam hal-hal berikut:
  1. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak tepat. Seorang pedagang makanan yang hanya lulusan SMP tentunya akan kesulitan memahami pembicaraan seorang sarjana teknik yang menggunakan jargon (istilah khusus) tekniknya.
  2. Tidak memahami fokus pembicaraan yang ingin didengar. Sekelompok remaja SMA kemungkinan besar tidak tertarik pada pembicaraan mengenai cara merawat kulit di usia senja yang disampaikan seorang ibu rumah tangga.
  3. Tidak memahami latar belakang sosial para pendengarnya. Sekelompok petani di desa tentunya tidak mengerti dan tidak tertarik pada pembicaraan seorang pialang mengenai perdagangan saham.
  4. Tidak memahami nilai-nilai yang diyakini pendengar. Misalnya, sangat sulit mengubah persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai kebiasaan atau tradisi tertentu walaupun didukung "bukti-bukti dan alasan yang kuat dan benar.”
Perspektif seseorang atas apa yang didengar, dilihat, atau dipahami terbentuk oleh latar belakang budaya, keluarga, pendidikan, dan pengalaman pribadinya. Oleh karena itu, sangat bijak jika seorang dapat mengomunikasikan pikirannya dengan baik (benar dan tepat) dengan fleksibilitas yang tinggi (kemampuan yang sangat luwes) sesuai takaran yang proporsional (sesuai pada orang lain dan sesuai dengan diri sendiri).

B. Kelancaran Berkomunikasi

Kelancaran berkomunikasi bagi setiap orang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahun, pengalaman, kecerdasan, psikologis, dan biologis. Penjelasannya dapat diuraikan sebagai berikut.
  1. Faktor pengetahuan. Makin luas pengetahuan yang dimiliki seseorang, maka makin banyak perbendaharaan kata yang dapat memberikan dorongan bagi yang bersangkutan untuk berbicara lebih lancar. Orang yang berpenge-tahuan luas akan dengan mudah menemukan hal-hal yang pantas dibincangkan.
  2. Faktor pengalaman. Makin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang, makin terbiasa ia menghadapi sesuatu. Orang yang sering menghadapi sekelompok orang atau berbicara di muka umum, akan lancar berbicara dalam keadaan apapun dan dengan siapapun, dibandingkan dengan orang yang belum berpengalaman dalam hal itu, jarang, atau tidak pernah berorganisasi.
  3. Faktor kecerdasan. Kecerdasan seseorang sangat memengaruhi kemampuan menyam-paikan pikiran atau perasaan. Faktor intelegensi yang rendah, biasanya memengaruhi seseorang dalam berbicara. Hal ini umumnya karena kurang memiliki kekayaan perbendaharaan kata dan bahasa yang baik. Cara berbicaranya terputus–putus, bahkan antara kata yang satu dengan lainnya tidak atau kurang berhubungan.
  4. Faktor psikologis. Mereka yang pemalu atau kurang PD, berbicara dengan penuh keraguan atau bisa jadi gagap karena tidak biasa berbicara dengan orang lain atau kurang bergaul. Dapat terjadi orang-orang yang tingkat percaya dirinya sangat rendah sama sekali tidak mampu mengucap sepatah kata pun, seolah-olah lidahnya kelu. Sebaliknya terjadi dengan orang yang tingkat percaya dirinnya tinggi dan gampang bergaul yang dengan mudah berbicara tanpa ragu-ragu.
  5. Faktor biologis. Keadaan organ berbicara dapat menimbulkan berbagai kelainan seperti yang berikut.
  6. Sulit mengucapkan kata desis, karena ada kelainan pada rahang, bibir, atau gigi.
Berbicara tidak jelas, yang disebabkan oleh bibir (sumbing) atau rahang lidah tidak aktif.

Kendala dan Kelancaran Berkomunikasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Patmasari Kumala

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih