09 October 2016

Pengertian, Komponen, dan Fungsi Akreditasi Sekolah

Pengertian, Komponen, dan Fungsi Akreditasi Sekolah. Akreditasi sekolah baik terhadap hasil maupun upayanya, perlu dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Akreditasi sekolah dilakukan oleh pemerintah atau lembaga independen yang kompeten untuk menentukan kelayakan suatu sekolah dalam rangka penjaminan mutu kepada publik. Penentuan kelayakan suatu sekolah didasarkan atas hasil akreditasi Badan Akreditasi Sekolah (BAS).

Pengertian, Komponen, dan Fungsi Akreditasi Sekolah
Sekolah

Pengertian Akreditasi Sekolah

Akreditasi sekolah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan dan kinerja suatu sekolah berdasarkan kriteria (standar) yang ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional 087/U/2002.

Berdasarkan pengertian tersebut, akreditasi sekolah dapat ditafsirkan sebagai tindakan menilai tingkat kelayakan setiap sekolah melalui tindakan membandingkan keadaan sekolah menurut kenyataan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jika keadaan sekolah kenyataan lebih besar atau sama dengan standar, maka sekolah yang bersangkutan dinyatakan terakreditasi.

Sebaliknya, sebuah sekolah dinyatakan tidak terakreditasi jika keadaan sekolah menurut kenyataan lebih kecil dari pada standar yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, hasil akreditasi dinyatakan dalam bentuk pengakuan terakreditasi dan tidak terakreditasi, sekolah yang terakreditasi dapat diperingkat menjadi tiga klasifikasi, yaitu amat baik, baik, dan cukup.

Sementara sekolah yang nilainya kurang dari cukup dikategorikan belum terakreditasi.

Komponen Akreditasi Sekolah

Adapun komponen utama akreditasi ini adalah terpenuhinya 8 standar pendidikan secara nasional oleh satuan pendidikan yang diakreditasi. Ke 8 Standar Nasional Pendidikan ini adalah:
  1. Terpenuhinya Standar Isi
  2. Terpenuhinya Standar Proses
  3. Terpenuhinya Standar Kompetensi Lulusan
  4. Terpenuhinya Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  5. Terpenuhinya Standar Sarana dan Prasarana
  6. Terpenuhinya Standar Pengelolaan
  7. Terpenuhinya Standar Pembiayaan
  8. Terpenuhinya Standar Penilaian Pendidik
Selain harus memenuhi 8 standar nasional pendidikan sekolah juga harus melengkapi persyaratan akreditasi, yakni:
  1. Memiliki surat keputusan kelembagaan unit pelaksana teknis (UPT) sekolah.
  2. Memiliki siswa pada semua tingkatan kelas.
  3. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan.
  4. Memiliki tenaga kependidikan.
  5. Melaksanakan kurikulum nasional.
  6. elah menamatkan peserta didik. (Basnas 2003:06).

Fungsi Akreditasi Sekolah

Fungsi Akriditasi sekolah adalah sebagai berikut:
  1. Pengetahuan. Sebagai pusat informasi untuk semua pihak mengenai kelayakan sekolah/madrasah dilihat dari berbagai unsur yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
  2. Akuntabilitas. Sebagai pertanggung-jawaban sekolah/madrasah kepada semua kalangan masyarakat mengenai pemenuhan keinginan dan harapan masyarakat kepada sekolah/madrasah tentang kebutuhan pendidikan yang layak.
  3. Pengetahuan dan pengembangan. Sebagai dasar sekolah/madrasah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengembangan pendidikan demi tercapainya mutu pendidikan disekolah tersebut.

Komponen Penilaian dalam Akreditasi

Sekolah yang diakreditasi meliputi taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sekolah menengah umum (SMU), sekolah luar biasa (SLB), dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Komponen sekolah yang dinilai dalam akreditasi terdiri atas :
  1. Kurikulum/proses belajar mengajar, meliputi pelaksanaan kurikulum dan proses belajar mengajar (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran).
  2. Administrasi manajemen sekolah, meliputi perencanaan sekolah, implementasi manajemen sekolah, kepemimpinan sekolah, pengawasan dan ketatalaksanaan sekolah.
  3. Organisasi/kelembagaan sekolah, meliputi organisasi dan regulasi sekolah.
  4. Sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menyelenggarakan program pendidikan.
  5. Ketenagaan meliputi tenaga pendidik dan tenaga penunjang.
  6. Pembiayaan/pendanaan yang cukup dan berkelanjutan untuk menyelenggarakan pendidikan di sekolah.
  7. Peserta didik/siswa meliputi penerimaan siswa baru, pembinaan siswa, dan keluaran.
  8. Peranserta masyarakat meliputi partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
  9. Lingkungan/kultur sekolah, meliputi konteks sekolah dan kultur sekolah (Basnas 2003).

Pengertian, Komponen, dan Fungsi Akreditasi Sekolah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Patmasari Kumala

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih