10 October 2016

Pengertian Metode Tutor Sebaya Menurut Para Ahli

Pengertian Metode Tutor Sebaya Menurut Para Ahli. Metode berasal dari bahasa Yunani “metha” yang berarti melewati atau melalui dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan pembelajaran adalah bahan pelajaran yang disajikan atau proses penyajian bahan pelajaran (Ismail, 2008: 7).

Pengertian Metode Tutor Sebaya Menurut Para Ahli

Pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi guru dan peserta didik sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam buku Educational Psychology dinyatakan bahwa learning is an achieve process that needs to be stimulated and guided toward desirable outcomes (Lester O Crow and Alice Crow, and Educational Psychology, 1958: 225).

Metode menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang tata cara mengerjakan sesuatu atau bahan (Hasan Alwi, 2008: 673).

Metode juga diartikan sekumpulan perangkat tata cara melaksanakan suatu aktifitas yang bertujuan untuk menjadwal kegiatan tersebut berdasarkan urutan kejadian dan skala prioritas (Moeslichatun, 2001: 43).

Metode merupakan tata cara untuk melaksanakan suatu aktifitas, sehingga aktifitas tersebut berjalan sesuai dengan tahapan yang ditentukan, yang pada akhirnya tujuan dapat tercapai. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui dalam proses penyajian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Banyak sekali metode yang dapat digunakan dalam pendidikan, antara lain metode ceramah, diskusi, eksperimen, demontrasi, resitasi, sosio drama, keteladanan, pembiasaan, karya wisata, simulasi, diskusi, latihan (drill), kerja kelompok, metode proyek dan tutor sebaya. Metode tutor sebaya adalah bimbingan atau bantuan yang diberikan kepada orang lain dengan umur yang sebaya. Belajar bersama dalam kelompok dengan tutor sebaya merupakan salah satu ciri pembelajaran berbasis kompetensi, melalui kegiatan berinteraksi dan komunikasi, siswa menjadi aktif belajar, mereka menjadi efektif. Kerjasama dalam kelompok dengan tutor sebaya dapat dikaitkan dengan nilai sehingga kerjasama makin intensif dan siswa dapat mencapai kompetensinya.

Dipandang dari tingkat partisipasi aktif siswa, keuntungan belajar secara berkelompok dengan tutor sebaya mempunyai tingkat partisipasi aktif siswa lebih tinggi (Ratno Harsanto, 2007: 43).

Menurut Thomson proses belajar tidak harus berasal dari guru ke siswa, melainkan dapat juga siswa saling mengajar sesama siswa lainnya. Bahkan Anita Lie menyatakan bahwa pengajaran oleh rekan sebaya (tutor sebaya) ternyata lebih efektif dari pada pengajaran oleh guru. Hal ini disebabkan latar belakang, pengalaman semata) para siswa mirip satu dengan lainnya dibanding dengan skemata guru (Anita Lie Hidayati, 2004: 7-30).

Menurut Suharsimi Arikunto adakalanya seorang siswa lebih mudah menerima keterangan yang diberikan oleh kawan sebangku atau kawan yang lain karena tidak adanya rasa enggan atau malu untuk bertanya, guru dapat meminta bantuan kepada anak-anak yang menerangkan kepada kawan-kawannya. Pelaksanaan ini disebut tutor sebaya karena mempunyai usia yang hampir sebaya (Suharsimi Arkunto, 2002: 6).

Menurut Silbermen Tutor sebaya merupakan salah satu dari strategi pembelajaran yang berbasis active learning. Beberapa ahli percaya bahwa satu pelajaran benar-benar dikuasai hanya apabila peserta didik mampu mengajarkan pada peserta didik lainnya. Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan dan mendorong pada peserta didik mempelajari sesuatu dengan baik, dan pada waktu yang sama ia menjadi narasumber bagi yang lain. Pembelajaran peer teaching merupakan cara yang efektif untuk menghasilkan kemampuan mengajar teman sebaya (Mel Siberrnen, 2001: 157).

Tutor sebaya adalah seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama.9 Inti dari metode tutor sebaya ini adalah pembelajaran yang pelaksanaannya dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil, yang sumber belajarnya bukan hanya guru melainkan juga teman sebaya yang pandai dan cepat dalam menguasai suatu materi tertentu. Dalam pembelajaran ini, siswa yang menjadi tutor hendaknya mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman lainnya, sehingga pada saat dia memberikan bimbingan ia sudah dapat menguasai bahan yang akan disampaikan (Suharsimi Arkunto, 2002: 62).

Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka penulis memberikan simpulan bahwa metode tutor sebaya adalah cara pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan teman sebaya untuk saling tukar pikiran untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran.

Referensi:
Anita Lie Hidayati. 2004. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo. 
Djalil Aria dkk.. 2001. Pembelajaran Kelas Rangkap. Jakarta: Depdikbud.
Hasan Alwi. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Ismail. 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: RaSail Media Group.
Lester O Crow and Alice Crow. 1958. Educational Psychology. New York: American Book Company.
Mel Siberrnen. 2001. Strategi Pembelajaran Aktif (Active Learning), terj. Sarjuli dan Azfat Ammar, Jakarta: Yakpendis.
Moeslichatun. 2001. Strategi Pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Rineka Cipta.
Ratno Harsanto. 2007. Pengelolaan Kelas yang Dinamis. Yogyakarta: Kanisius.
Suharsimi Arkunto. 2002. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: Rajawali.

Pengertian Metode Tutor Sebaya Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Patmasari Kumala

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih