24 January 2017

Pengertian Dana dalam Agama Buddha

Pengertian Dana dalam Agama Buddha. Dana berarti memberi dengan belas kasihan, ikhlas, dan penuh kebijaksanaan kepada orang lain. Member tanpa mengharapkan imbalan. Dana juga dapat diartikan sebagai tindakan perbuatan luhur tentang beramal, berkorban baik materi maupun non-materi. Perbuatan ini merupakan salah satu jalan untuk mencapai parami atau pencapaian kesempurnaan. Dana merupakan salah satu dari sepuluh kesempurnaan yang harus dilengkapi dalam proses mencapai penerangan sempurna.

Berdana dalam benak orang diartikan salah bahkan tujuannya berbagai macam. Namun sesungguhnya berdana bukan fasilitas atau jalan untuk mendapatkan popularitas serta dikenal oleh orang banyak. Namun tujuan sebenarnya adalah:
Baca juga: Kumpulan Teori dan Artikel Agama Buddha
Pengertian Dana dalam Agama Buddha
Pengertian Dana dalam Agama Buddha

1. Melepas

Ketermelekatan merupakan salah satu ikatan mental yang sangat kuat. Ini adalah dorongan negatif keterikatan membuat kita tidak mudah untuk member.  Dalam buddhisme, makna member yang sebenarnya adalah melepas dari kemelekata. Kemelekatan adalah rantai yang membelenggu kita dalam ikatan samsara.

2. Menimbun Karma Baik

Tujuan berdana  selain untuk melepas kemelekatan kita adalah menimbun buah karma baik untuk mencapai ataupun untuk merealisasi nibanna sebagaimana tujuan akhir dari umat Buddha. Dengan berdana seditak nya kita sudah menimbun buah karma baik.

3. Meringankan  Beban Orang Lain

Berdana dalam hal ini adalah wujud tindakan kepedulian kita kepada orang lain yang membutuhkan bantuan. Dengan memberikan dana kepada orang yang benar-benar membutuhkan merupakan bentuk toleransi kita sebagai makhluk social yang saling membantu.
Dalam berdana yang harus diperhatikan bukan hanya bentuk dana dan tujuan yang ingin dicapai tetapi, ketika melakukan dana kita juga harus meperhatikan cara yang benar ketika melakukannya, adapun cara berdana yang benar adalah sebagai berikut :

1. Memberi Dana dengan Tangan Sendiri

Berdana dalam persepsi orang terkadang salah diartikan,ada orang yang dalam melakukan dana dengan menitipkan pada orang lain. Seharusnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dana dilakukan dengan tangan sendiri, artinya ketika kita ingin melakukan perbuatan baik sebaiknya dilakukan dengan tulus tanpa disuruh orang lain maupun tanpa bantuan orang lain.

2. Memberi Sesuatu yang Layak untuk diberikan

Memperhatikan benda ataupun barang yang akan diberikan kepada orang lain sangatlah penting,jangan memberikan dana yang nantinya tidak berguna atau sesuatu yang akan dibuang oleh si penerima dana. Seharusnya berdana barang atau benda yang bermanfaat dan bermakna bagi orang yang akan menerima dana.

3. Berdana Kepada Orang yang Tepat

Berdana kepada orang yang tepat disini diartikan bahwa ketika kita memberi dana harus melihat kondisi dan hal yang dibutuhkan orang yang akan menerima dana. Contohnya ketika ada orang yang lagi tersesat dijalan tunjukanlah jalan yang benar. Ketika ada orang yang sedih, hiburlah orang tersebut bukan malah membuat orang itu tambah bersedih.

4. Pada Waktu yang Tepat

Ketika mau melakukan dana kita perlu memperhatika waktu yang tepat, seperti misalnya berdana kepada sangha, dana kepada sangha bisa dilakukan ketika pada acara kathina, bukan memberikan dana makanan kepada bhikkhu ketika jam makan sudah lewat.

Adapun kondisi yang harus diperhatikan ketika melakukan dana agar hasil yang diperoleh lebih maksimal yaitu:

1. Kemurnian Pikiran

Kehendak adalah Karma. Jika kita tidak memiliki niat untuk member,kita tidak dapat mempraktikkan Dana. Dalam melakukan dana pikiran harus jernih dan penuh dengan kebijaksanaan. Penuhi pikiran dengan cinta kasih ketika ingin melakukan dana.

2. Keinginan Sendiri

Artinya adalah tindakan kita untuk melakukan benar-benar di dasari dari dalam diri kita bukan Karena hal yang lainnya,Tanpa adanya paksaan dari siapapun.

3. Mereka yang Layak Untuk Menerima

Banyak orang terkadang tidak tahu kepada siapa untuk memberikan dana, agar hasil yang diperoleh lebih baik. Pemberian dana yang tepat adalah ketika orang yang berdana dan yang menerima dana masing-masing merasakan kebahagiaan dan tidak ada beban dalam diri mereka.

Dana bukan dilihat dari bentuk dana,waktu berdana yang tepat saja tetapi juga haru melihat hal lain yang menjadi pendukung suatu kualitas dana. Dalam melakukan dana pikran niat kita melakukan harus benar-benar jernih tanpa ada beban. Keingina untuk melepas merupakan kunci keikhlasan dana memberikan dana kepada orang lain.
Pengertian Dana dalam Agama Buddha Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Patmasari Kumala

0 komentar:

Post a Comment

Dengan hormat,
Mohon berkomentar sesuai dengan topik artikel
Komentar berbau iseng semata tidak akan di publikasikan
Terima kasih